Background

 

  • Dirut RSUD Kanujoso Respon Usulan Regionalisasi Rujukan Pasien

    Dirut RSUD Kanujoso Respon Usulan Regionalisasi Rujukan Pasien

    Admin RSUD   17 Oct 2015, 21:58:19

    TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim Zein Taufiqnurrahman mengatakan, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan Edi Iskandar merespon usulan sistem regionalisasi rujukan pasien yang menggunakan kartu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial). Respon itu, kata dia, agar rujukan pasien disesuaikan dengan jenis penyakit yang ditangani. "Minggu lalu, saya komunikasi dengan Direktur Rumah Sakit Kanujoso Pak Edi Iskandar. Dia merespon untuk sistem regionalisasi rujukan. Karena, bukan RS Wahab Sjahranie saja yang jadi sasaran pasien rujukan. RSUD Kanujoso juga jadi sasaran," kata Zein, kepada tribunkaltim.co, ditemui di ruang Fraksi PAN, di Gedung D DPRD Provinsi Kaltim, Jalan Teuku Umar, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Provinsi Kaltim, Jumat (6/3/2015). Menurut Zein, tindak lanjut itu, dibahas dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim. "Setelah reses, Komisi IV undang Dinkes Kaltim. Kita bahas bersama untuk sistem rujukan pasien yang pakai kartu BPJS. Apakah Dinkes punya sistem atau cara lain untuk menangani penumpukan pasien? Itu yang kita sharing," ujarnya. (BACA: Asyik, Aturan Rujukan BPJS akan Diperbarui) Hanya saja, lanjut Zein, untuk menerapkan sistem regionalisasi rujukan pasien, Dinkes atau Pemprov Kaltim, memperkuat pelayanan dan fasilitas di puskesmas. Misalnya, fasilitas kesehatan yang punya alat pemeriksa kandungan lebih lengkap, seperti fasilitas kesehatan dengan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency Dasar (PONED). "Memang puskesmas di Kaltim sudah 24 jam. Tapi fasilitasnya bagaimana? Ini yang harus dipersiapkan dan diperkuat untuk, menerapkan sistem regionalisasi rujukan pasien. Minimal sebelum Gubernur mengeluarkan SK regionalisasi itu, pelayanan di puskesmas sudah siap dari segi peralatan dan lainnya," papar Zein, dari Fraksi PAN DPRD Kaltim

    Kembali