Background

 

  • Horebalikpapan.com, Aplikasi Online Pesan Kamar Rumah Sakit

    Horebalikpapan.com, Aplikasi Online Pesan Kamar Rumah Sakit

    Admin RSUD   16 Nov 2015, 16:51:31

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen dan Informatika (STMIK) membuat laman horebalikpapan.com, untuk mengetahui ketersediaan kamar rawat inap di 5 rumah sakit di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

    "Laman internet biasa, belum dalam bentuk aplikasi khusus," kata Ketua STMIK Edi Rachmad, Kamis (12 November 2015). Kata "horebalikpapan" merupakan singkatan dari hospital reservation balikpapan.

    Dengan bantuan penyedia jasa layanan seluler PT XL Axiata Tbk, laman itu dikembangkan. Koneksi data antara rumahsakit dengan pengelola dan pengolah data di STMIK didukung sepenuhnya dengan fasilitas teknologi informasi XL.

    Rumah-rumah sakit yang bergabung dalam sistem ini adalah RSUD Kanujoso Djatiwibawa, RSUD Balikpapan, RS Bersalin Sayang Ibu, RS Restu Ibu, dan RS Pertamina Balikpapan.

    Masyarakat dapat mengakses layanan itu secara langsung. Hanya perlu mengisi sejumlah data kependudukan seperti nama pasien, alamat, nomor telepon, dan lain-lain yang diperlukan untuk mendapatkan kode booking atau kode pemesanan.



    Meski begitu, yang membedakan sedikit dari memesan kamar di hotel, untuk keadaan biasa, pemesanan kamar harus berdasarkan rujukan dari dokter.



    "Untuk keadaan gawat darurat, masyarakat dapat langsung memesan kamar," kata Kepala Puskesmas Klandasan Ilir dr Retno Sulistyo Sitoresmi yang Puskesmasnya menjadi tempat peluncuran laman itu.

    Begitu sebuah kamar perawatan sudah dipesan, kamar itu akan tersedia bagi pemesan selama 4 jam sampai kemudian kamarnya dipakai atau konfirmasi ulang oleh yang bersangkutan.

    Seperti layaknya hotel, laman itu juga memuat keterangan tentang kondisi kamar berikut harga kamar tersebut.  "Jadi masyarakat bisa memilih," kata Edi Rachmad.

    Di sisi lain, Edi Rachmad mengakui belum melibatkan BPJS Kesehatan dalam pembuatan website atau laman ini. Sistem ini baru bisa dipakai oleh masyarakat yang bukan anggota BPJS.

    "Mudah-mudahan di 2016 kita sudah bisa terintegrasi dengan BPJS," harap Rachmad.


    Kembali